![]() |
| Ilustrasi lautan (foto: merdeka.com) |
Setiap orang pasti tahu bahwa samudera ialah lautan luas yang tak bertepi. Jika kau berada di tengah lautan , mau melirik ke kiri , kanan , belakang atau depan , semuanya tampak sama , tak ada pegunungan atau daratan. Lalu apa yang akan dilakukan jikalau seandainya kau terjebak di tengah-tengah lautan?
Dalam sebuah film berjudul Life of Pi , mengisahkan seorang cukup umur yang harus bertahan hidup bersama hewan di tengah-tengah laut dalam waktu yang cukup lama setelah perahunya hancur diterjang badai. Tak hanya ada dalam film , cerita serupa dengan film tersebut juga ada di dunia nyata.
Berikut lima cerita orang-orang yang bertahan hidup cukup lama di tengah lautan ganas , ibarat dilansir merdeka.com , Sabtu (4/4/2015).
5. 66 hari terapung di laut , pria ini makan ikan dan minum air hujan
Louis Jordan , 37 , berlayar dengan kapal sepanjang sepuluh meter pada simpulan bulan Januari lalu. Kabar darinya gres didapatkan setelah 66 hari kemudian ketika dilihat oleh kapal Houston Express. Kamis sore di atas kapalnya yang sedang hanyut di Samudera Atlantik.
Jordan mengatakan kepada ayahnya , Frank , bahwa ia mampu bertahan hidup di lautan selama 66 hari itu alasannya ialah makan ikan dan minum air hujan.
4. Nelayan terapung selama 3 bulan di Samudera Pasifik
Michael Bolong (54) dan Ambrose Wavut (28) berhasil bertahan hidup selama 3 bulan lamanya di Samudera Pasifik. Sementara itu , salah satu sahabat mereka berjulukan Francis Dimansol - mertua Ambrose - tewas tiga pekan lalu akhir badannya tak besar lengan berkuasa berlayar berbulan-bulan di atas kapal kecil.
Mereka mulai berlayar pada pertengahan Agustus 2014 lalu setelah memancing di perairan Pulau Tanga , sekitar 1.600 km ke selatan dari Samudera Pasifik. Namun sayang , tornado membuat kapal mereka hancur dan memaksa mereka terapung di lautan.
Beruntung , nelayan itu ditemukan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) simpulan tahun lalu. Ketika hingga di darat , dua nelayan itu dinyatakan sehat.
Cara bertahan hidup nelayan itu nyaris serupa dengan plot novel karangan Yann Martel berjudul 'Life of Pi' , yang sudah diangkat ke layar lebar dua tahun lalu , wacana usaha bocah asal India yang harus bertahan hidup di samudera selama tiga bulan bersama seekor hewan di sekocinya.
Mereka bertahan hidup dengan memakan nasi dan tepung , tapi persedian tersebut hanya bertahan selama dua pekan saja. Selebihnya , mereka harus mencari makanan sendiri berupa ikan dan minum air hujan. Bahkan ketika ditemukan kulit mereka jadi sangat hitam alasannya ialah terkena paparan sinar matahari.
Menurut IOM , mereka juga sempat bertarung dengan hiu sepanjang 1 ,8 meter. Dan melewatkan dua kapal nelayan yang mencoba menolongnya.
Rekor hidup di Samudera paling lama dipegang oleh nelayan asal Meksiko berjulukan Jose Alvarenga , yang mengaku telah terapung selama 13 bulan di Samudera Pasifik , sebelum balasannya terdampar di Pulau Marshall bersahabat Hawaii.
3. Hilang selama 117 hari di laut
Dua orang pria berjulukan Marilyn dan Maurice harus kehilangan 20 kg berat badanya setelah menghilang selama 117 hari di lautan lepas.
Mereka berdua melaksanakan pelayaran dengan menggunakan perahu layar dari South Hampton selama beberapa bulan. Mereka berangkat pada bulan Juni dan berencana untuk berlayar dan berimigrasi ke Selandia Baru.
Namun , pada Februari tahun berikutnya ketika mereka membuat perjalanan melalui Terusan Panama , seekor ikan paus ganas menyerang kapal mereka yang membuat lubang besar di sisi lambung. Mereka berdua pun terpaksa menyelamatkan diri dengan menggunakan rakit dan beberapa kaleng makanan , kompor minyak kecil , peta , kompas , wadah air , pisau , mug plastik , paspor , dan beberapa kebuthan lainnya.
Beberapa hari pertama , mereka memakan makanan kaleng yang diselamatkannya dan minum dengan air hujan. Saat persediaan makanan habis , mereka makan penyu mentah , burung laut , dan bahkan ikan hiu.
Barulah pada 30 Juni 1973 , mereka ditemukan oleh kapal nelayan milik Korea. Setelah penderitaan mereka berakhir , dua pria itu harus kehilangan berat badannya sebesar 20 kg dan mengalami kelumpuhan otot ringan , setelah hanyut lebih dari 2.400 km dari daratan selama 117 hari , menurut Listverse.com.
2. Nelayan Meksiko hilang selama satu tahun di tengah laut
Lucio Rendon , Salvador Ordonez dan Yesus Eduardo Vivand , bersama dengan dua sahabat lainnya , harus terjebak dalam perahu berukuran 25 kaki yang terbuat dari fiberglas , pada hari ketiga perjalanan mereka memancing hiu , pada 28 Oktober 2005 silam dari pelabuhan San Blas Nayarit , Meksiko.
Di hari berikutnya , mereka tengah bersiap menangkap hiu yang sudah menyantap umpannya. Namun sayang , hiu tangkapannya itu berhasil meloloskan diri dan tanpa disadari mereka sudah berlayar terlalu jauh dengan kehabisan materi bakar. Mereka pun terpaksa mendayung perahu yang ditumpanginya dengan angin , tapi sialnya mereka malah semakin jauh dari daratan.
Akhirnya , mereka menggantungkan hidupnya mereka dengan menangkap para penyu-penyu yang muncul ke permukaan dan ikan-ikan kecil yang mereka pancing. Air laut pun terpaksa dijadikan minuman mereka hingga hujan datang.
Pada 9 Agustus 2006 , setelah hilang lebih dari sembilan bulan , mereka ditemukan oleh nelayan Taiwan dalam keadaan sehat dan tubuh kurus. Mereka pun dinobatkan sebagai insan terkuat yang mampu bertahan hidup di laut.
1. 16 bulan pria ini terdampar di Samudera Pasifik
Seorang pria dengan perawakan kurus terdampar bersama kapalnya yang rusak di sebuah atol Pasifik selama 16 bulan lamanya di laut Pasifik , sekitar 12.500 km dari Meksiko.
Pria tersebut hanya mengenakan sepasang celana compang-camping dan mengaku meninggalkan Meksiko untuk berlayar ke El Salvador pada bulan September 2012 lalu dengan seorang temannya yang meninggal di laut beberapa bulan yang lalu.
Dia menggunakan bahasa Spanyol ketika ditemukan oleh dua penduduk setempat. Pria itu mengaku namanya ialah Jose Ivan.
Ivan mengatakan kepada Fjeldstad , seorang mahasiswa antropologi Norwegia yang sedang melaksanakan penelitian di daerah hilangnya Ivan , bahwa ia selamat dengan cara memakan kura-kura , burung dan ikan serta minum darah penyu ketika tidak ada hujan.
Source & Photo Credit: merdeka.com






EmoticonEmoticon