Rabu, 29 November 2017

8 Perusahaan Pemberi Jatah Libur Terbaik

Para pekerja di Indonesia, khususnya pegawai negeri sipil (PNS), selama beberapa hari ini menikmati dua kali suplemen liburan kendati mengurangi jatah cuti mereka. Pro-kontra masyarakat mengenai cuti “hari kejepit nasional” atau harpitnas ini pun bermunculan.

Ribut-ribut mengenai jadwal liburan suplemen ini tampaknya tidak berlaku untuk beberapa korporasi besar di Amerika Serikat. Bahkan ada beberapa di antara korporasi raksasa ini yang menyampaikan liburan meskipun mereka sedang berada di kantor.

Seperti dikutip dari laman money.cnn.com, setidaknya ada 8 perusahaan yang dianggap menyampaikan suplemen liburan terbaik dibandingkan perusahaan lainnya. Kedelapan korporasi ini menyampaikan kebebasan kepada pegawainya untuk menikmati liburan antara 25 hari hingga tak terbatas.

1. Google: Liburan bahkan ketika berada di kantor

Google selama ini dianggap sebagai surganya banyak sekali jenis keuntungan bagi pegawai. Perusahaan ini menyediakan segalanya untuk pegawai mulai dari sarapan hingga pelayanan dokter di kantor pusatnya yang memiliki pemandangan gunung di California. Melihat kenyataan itu, tidak terlalu mengagetkan jikalau perusahaan mengeluarkan kebijakan liburan yang impresif.

Para pekerja di Google memperoleh 15 hari liburan setelah bekerja selama satu tahun di perusahaan, 20 hari setelah 4 tahun, dan 25 hari setelah 6 tahun. Pekerja Google juga mendapat ‘hari sakit’ sesuai yang diharapkan dan 12 hari liburan yang dibayar perusahaan.

Google juga merancang acara “20% waktu” yaitu acara yang mendorong pegawai untuk menggunakan hari kelima dari hari kerja untuk kegiatan di luar jadwal kerja mereka.


2. Intuit: Surganya penimbun liburan

Hal terbaik dari kebijakan liburan yang dimiliki Intuit yaitu fleksibilitas perusahaan. Pekerja tetap di perusahaan perangkat lunak ini mampu menikmati 5 ahad jadwal liburan, tergantung dari masa jabatannya.

Pegawai Intuit dapat menimbun jatah liburan yang dimiliki selama dua tahun dan menggunakan sekaligus. Jadi, pegawai yang berhak memperoleh empat ahad liburan per tahun dapat menggunakan dua bulan waktu bekerja untuk liburan. Perusahaan juga mengeluarkan kebijakan bagi setiap pegawai untuk memperoleh 32 jam kerjanya untuk digunakan pada kegiatan amal.


3. St Jude: Liburan melalui sumbangan

ST jude Children Research Hospital mungkin merupakan perusahaan yang menyampaikan kebijakan liburan paling mulia dalam daftar ini. Pada tahun 2007, perusahaan menerapkan kebijakan bank liburan yaitu kebijakan yang membolehkan pegawainya untuk menyimpan hari liburnya yang tidak terpakai, sakit, atau hari tak bekerja dan menggunakan hari-harinya itu memiliki kegunaan untuk pegawai lainnya.

Pegawai St Jude yang telah menggunakan hari liburnya alasannya yaitu kondisi darurat, dapat mendatangani bank untuk memperoleh suplemen liburan. Sejak acara ini dimulai, St Jude telah menyumbangkan lebih dari 3.500 hari liburnya.

Perusahaan juga menunjukkan 15 hari libur per tahun untuk pegawainya yang telah bekerja kurang dari 10 tahun dan 20 hari libur untuk pekerja yang telah bekerja lebih dari 10 tahun lebih. St Jude juga menunjukkan ketiadaan ketidakhadiran yang panjang bagi pegawainya. Setiap pekerja mampu menikmati 12 ahad tanpa mengabsen untuk pekerja yang sudah bekerja 12 tahun.


4. Intel: Dua bulan bersantai di rumah

Keuntungan liburan bagi pegawai Intel datang dalam kelipatan tujuh. Maksudnya, setiap 7 tahun masa kerja, pegawai diganjar cuti panjang selama dua bulan.

Pegawai yang memperoleh cuti panjang ini mampu menikmati masa liburan mereka dengan kalem alasannya yaitu gaji dan kemudahan standar kantor masih mampu diperoleh. Pegawai Intel yang tengah menikmati cuti panjang juga dilarang untuk bekerjasama dengan kantor dengan keinginan mereka akan segar ketika kembali berkaktivitas.

Para pekerja Intel yang lolos untuk memperoleh cuti panjang ini tetap mendapatkan pembayaran hari liburan, yang dihitung sebanyak 4 ahad per tahun setelah masa kerja 4 tahun  bagi perusahaan. Pekerja yang memiliki masa kerja antara 1-3 tahun memperoleh tiga ahad untuk berlibur.


5. HubSpot: Pemberontak Kebijakan Liburan

Salah satu pendekatan kebijakan liburan yang diambil perusahaan yaitu melaksanakan liburan bersama-sama. Sekitar setahun yang lalu, perusahaan perangkat lunak HubSpot memutuskan penghentian sistem pelacakan jatah libur pegawai ataupun ‘hari sakit’.

Chief Marketing officer HubSpot Mike Volpe mengatakan pemberontakan pendekatan perusahaan dalam hal liburan yaitu ketika pegawai menggarap sebuah proyek di luar kantor dan mencurahkan malam hari dan simpulan pekan untuk bekerja.

Jajaran manajemen menggambarkan kondisi bahwa semenjak pegawai tidak memperoleh suplemen bayaran dari jam kerja mereka, pegawai tidak boleh diawasi secara ketat ketika mereka membutuhkan waktu menjauh dari pekerjaannya.

HubSpot merupakan salah satu perusahaan yang menghentikan kebijakan perhitungan hari liburan pegawai. Korporasi lain yang menggunakan kebijakan yang sama yaitu IBM, Best Buy, dan Netflix. “Kami masih puas dengan kebijakan ini,” ujar Volpe. “Kebijakan ini berjalan bagus, tidak ada lagi proses administrasi, pegawai mampu bebas mengambil jatah libur sebanyak yang diinginkan, dan ini alat yang andal untuk merekrut pegawai baru.”


6. Morningstar: Hari bebas tak terbatas?

Morningstar hingga ketika ini menjadi perusahaan dengan waktu liburan yang tidak terdeteksi semenjak didirikan 17 tahun yang lalu. Kebijakan yang fleksibel menempatkan pegawai untuk memprioritaskan waktu mereka dengan pekerjaan yang dibuat secara sempurna.

Perwakilan Morningstar mengatakan pegawai biasanya menggunakan 2-3 ahad waktu untuk berlibur setiap tahunnya. Namun pegawai yang lain diketahui mengambil jatah libur 6 ahad per tahun dengan catatan mereka mampu bekerja lebih efisien.

Kebijakan liburan yang lebih fleksibel oleh Morningstar ini juga dikalim membantu pegawai mengusir stres ketika tengah menghadapi deadline. Pegawai yang telah bekerja minimal 5 tahun memiliki kesempatan untuk memperoleh 5-6 ahad cuti panjang.


7. EOG: Pilih sendiri jadwal kerja mingguan

Pegawai di perusahaan energi, EOG Resources bekerja sebanyak rata-rata pegawai di Amerika Serikat. Namun, perusahaan telah menyusun pekan kerja pegawainya sehingga tampak lebih pendek.

Pekerja EOG memiliki pilihan bekerja pada waktu yang fleksibel, dimulai dari jam 7 atau 8 pagi dan berakhir antara 4 dan 6 petang.

EOG juga membebaskan pegawainya untuk mempersingkat jam kerja mereka misalnya 8,5 jam dari Senin-Kamis, kemudian 6 jam pada Jumat. Sehingga dalam sebulan, pegawai EOG tetap bekerja 40 jam per ahad namun mampu beristirahat penuh pada simpulan pekan.

Setiap pegawai EOG memperoleh antara 3-5 ahad waktu liburan, tergantung dari masa kerja dan masa jabatan di perusahaan. Dengan cara ini, pendatang gres di EOG yang sudah memiliki pengalaman di industri yang sama tidak harus memulai dari awal lagi untuk memperoleh hak berlibur.


8. SAS: Hari Libur Saat Bekerja?

Seperti Google, SAS juga dikenal sebagai perusahaan yang banyak menyampaikan keuntungan impresif bagi pegawainya. Perusahaan perangkat lunak ini menunjukkan liburan alasannya yaitu sakit dengan jumlah tak terbatas baik bagi pegawai maupun anggota keluarga. Pegawai SAS juga diperbolehkan mengambil 3 ahad untuk liburan dimana 1 ahad diambil antara Hari Natal dan Tahun Baru ketika perusahaan juga tidak beroperasi.

Pegawai yang sudah memiliki masa kerja 10 tahun juga berhak memperoleh bonus suplemen liburan seminggu, sehingga total liburan mereka menjadi 5 minggu. Ketika kebijakan SAS ini membuat iri pekerja lain, kondisi pekerjaan di perusahaan juga tidak terlalu lusuh.

Perusahaan menunjukkan banyak sekali pelayanan bagi pekerjanya untuk pergi ke suatu daerah misalnya perawatan rambut di lokasi kantor maupun kemudahan day care. Keunggulan SAS ini setidaknya sudah diakui oleh majalah Fortune yang menempatkannya sebagai “Tempat Bekerja Terbaik” selama 14 tahun dan berada pada posisi tertinggi pada tahun lalu.


EmoticonEmoticon