Jumat, 24 November 2017

Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

Tags


Wawancara kerja memiliki kegunaan tidak hanya untuk menilai kemampuan Anda, tapi juga perilaku. Banyak hal harus dipersiapkan semoga momen yang menentukan ini berjalan lancar. Salah satunya, mengetahui bahasa badan yang sebaiknya dihindari.

Profesor Mehrabian, mahir psikologi dari Universitas UCLA, Amerika, bahasa badan sangat menentukan penilaian terhadap diri Anda ketimbang kata-kata yang terucap. Menurut penelitiannya, gerak badan dan ekspresi wajah memiliki pengaruh 55 persen sementara kata-kata yang diucapkan hanya 7 persen.

Kesempatan untuk menciptakan kesan pertama yang baik tak memakan lama. Menurut penelitian, 30 detik sampai empat menit pertama merupakan waktu kritis yang sangat menentukan. Nah, semoga tak salah langkah ketika wawancara kerja, hindarilah beberapa gerak badan yang bisa mengundang penafsiran negatif pada diri Anda.

Senyum palsu 
Masuklah ke ruangan wawancara dengan percaya diri dan senyum yang tulus. Senyum yang terpaksa akan sangat terlihat dan membuat Anda terlihat ibarat orang yang suka berpura-pura. Senyum yang nrimo mengesankan Anda orang yang percaya diri, terbuka, dan nyaman dengan keadaan sekitar. Tapi hindari juga tersenyum terus-menerus yang bisa memperlihatkan sinyal yang salah pada calon atasan Anda.

Gerakan dan posisi tangan
Gerakan tangan memegang peranan penting dalam mengekspresikan bahasa badan Anda. Melipat tangan di dada merupakan bahasa badan yang wajib dihindari. Melipat tangan di dada mengesankan Anda menjaga jarak, bersikap tertutup, atau malah terkesan bosan dengan pembicaraan ini. Mungkin saran ini sudah sering Anda dengar, tapi kenyataannya ketika sedang gugup masih banyak orang melakukannya.

Menepuk-nepukkan tangan atau terus menggerakkan tangan menerangkan Anda sangat gelisah. Gerakan ini secara tidak pribadi juga bisa membuat orang yang mewawancarai Anda menjadi tidak nyaman dan terganggu.

Hindari juga mengetuk-ketukan tangan ke meja ketika proses wawancara. Melakukan hal ini secara tidak pribadi Anda mengirimkan sinyal jikalau Anda bosan atau merasa lebih tahu dari si pewawancara.

Sebaiknya letakkan tangan Anda secara kalem dan terbuka di posisi yang paling membuat Anda santai. Hindari terlalu banyak menggunakan gerakan tangan atau jari untuk menghindari kesan yang salah.

Jabatan tangan
Saat memulai dan mengakhiri wawancara jangan lupa jabat tangan si pewawancara dan ucapkan terimakasih. Jabat tangan dengan akrab namun wajar. Jangan biarkan tangan terlalu lemas atau mencengkeram terlalu keras. Jika telapak tangan Anda berkeringat, seka dahulu keringat di tangan Anda sebelum masuk ke ruang wawancara.

Menyentuh wajah
Menyentuh wajah sebaiknya dihindari ketika wawancara kerja. Gerakan ini dapat menyiratkan Anda gugup atau tidak jujur terhadap pernyataan Anda.

Posisi kaki
Duduklah dengan kedua kaki menyentuh lantai yang menggambarkan Anda nyaman dan percaya diri. Saat gugup atau cemas Anda sering tak membuat gerak badan secara tidak sadar. Salah satu yang paling sering ditemui yakni menggerak-gerakan kaki tanpa henti. Gerakan kaki ini menerangkan Anda sangat tidak nyaman bahkan tak tabah ingin keluar dari ruangan.

Kontak mata & posisi duduk 
Kontak mata dengan si pewawancara memang baik. Tapi terus-menerus menatap si pewawancara tanpa henti juga bisa membuat beliau tidak nyaman. Ahli gerak badan Janine Driver mengatakan, 60 persen kontak mata sudah cukup membuat Anda terlihat antusias. Selain mata, fokuskan tatapan pada segitiga bab atas wajah yaitu area sekitar alis kanan-kiri dan pertengahan hidung.

Jangan terlalu sering menatap bab bawah wajah terutama bab verbal dan dahi yang bisa membuat si pewawancara menjadi tidak nyaman. Jika pewawancara Anda lebih dari satu, tatap mereka secara bergantian. Hindari tatapan kosong yang membuat lawan bicara Anda kurang nyaman.

Duduklah dengan posisi yang nyaman, tidak terlalu tegak maupun tidak terlalu bersandar. Condongkan badan sedikit (sedikit saja) ke arah pewawancara untuk menerangkan Anda fokus dan antusias.

Selamat mencoba!


EmoticonEmoticon