British Medical Journal menerbitkan hasil penelitian tersebut, di mana peneliti mengukur IQ sejumlah responden pada usia 10 tahun dan kemudian mengikuti perkembangan mereka sampai umur 30 tahun. Data yang ada memperlihatkan bahwa mereka yang menjadi vegetarian ketika belum dewasa memiliki IQ sekitar lima poin lebih tinggi daripada rata-rata orang cerdik balig cukup akal yang bukan vegetarian.
Mereka yang vegetarian juga lebih cenderung memiliki pekerjaan dan gelar yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan, menurut para peneliti, contoh makan yang kaya sayuran dan buah-buahan bisa meningkatkan kemampuan otak di antara manfaat kesehatan lain untuk meningkatkan kecerdasan.
“Studi juga memperlihatkan bahwa belum dewasa vegetarian tumbuh lebih tinggi dan memiliki IQ lebih tinggi daripada teman-teman sekolahnya. Risiko untuk penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan penyakit lain juga menurun untuk jangka panjang,” demikian komentar People for Ethical Treatment of Animals (PETA), lembaga yang mengampanyekan hak-hak binatang.
Namun, hasil penelitian ini masih mengakibatkan pertanyaan. Apakah belum dewasa yang cerdas memutuskan akan menjadi vegetarian ketika cerdik balig cukup akal nanti, ataukah mereka menjadi vegetarian semoga menjadi lebih cerdas? Mereka yang memiliki kecerdasan lebih tinggi mungkin lebih mempertimbangkan isu-isu etika, ibarat mengenai kesejahteraan binatang, dan juga manfaat kesehatan dari mengonsumsi banyak sayuran.
source
EmoticonEmoticon