Rabu, 22 November 2017

Foto-Foto Audisi Peserta Kegantengan di Afrika

Peserta kontes kegantengan Wodaabe di Niger menghias muka dan menari berjam-jam biar menang. Mereka mengenakan make-up, menarik hati dan memakai pakaian berkilau biar dewan juri yang seluruh anggotanya wanita memilih mereka sebagai pemenang.

Para pria ini berbadan langsing, dengan wajah yang simetris dan bergigi emas. Mereka kemungkinan memenuhi persyaratan keindahan setelah mencat muka dengan tanah liat berwarna merah, putih dan kuning.

Lomba kecantikan yang dikenal dengan nama Gerewol ini diadakan untuk memperingati kesuburan dan hujan di wilayah pinggiran Sahara Afrika yang kering. Lipstick dan manik-manik kemungkinan dikaitkan kewanitaan di masyarakat Barat, tetapi kostum upacara ini bertujuan menegaskan kegantengan pria.

Pentingnya warna

Dewan juri, anak perempuan pemenang lomba sebelumnya.

Warna yang dipakai juga simbolis, kata Mette Bovin, antropolog Denmark yang meneliti Wodaabe semenjak tahun 1970. Merah kekuningan di wajah dikaitkan dengan darah dan kekerasan jadi hanya mampu dipakai untuk program tertentu. Tanah liat kuning yang digunakan sejumlah penari untuk menghias muka ialah warna sihir dan perubahan. Dan warna hitam dipakai untuk menggelapkan bibir dan mempertegaskan mata ialah warna favorit, terutama sebab sangat bertentangan dengan warna putih, warna kehilangan dan kematian, kata Bovin penulis buku Nomads Who Cultivate Beauty.
Agar lipstick bibir semakin bagus, harus dibuat dari tulang burung bangau, unggas yang orang Wodaabe hubungkan dengan karisma.

Gerakan tarian menirukan bangau, dan para pria menyanyi dengan menggetarkan bibir yang dicat "lipstick bangau", kata Bovin. Juara jadi kekasih juri


Dan hadiahnya? Masing-masing juri memilih juaranya dan ada kemungkinan menimbulkan pria tersebut sebagai kekasihnya, meskipun mereka sudah memiliki orang lain. Tetapi perjodohan tidak hanya terbatas antara juri dan juara.

"Anda menari Gerewol untuk menerima kekasih, meskipun anda harus mencuri istri orang lain," kata seorang akseptor Djao. Dia bertemu istri keduanya Tembe pada Gerewol yang diadakan sebelumnya. "Anda dapat menikahinya atau berpacaran."

Tembe juga sedang mencari pasangan. "Saya sudah melihat tiga pria yang aku sukai." Tidak ada yang mempermasalahkan kalau penduduk mengesampingkan komitmen ijab kabul di Gerewol untuk sementara waktu atau selamanya, kata administrator Human Planet BBC, Tuppence Stone.

"Pernikahan pertama diatur ketika pria dan wanita masih sangat muda, jadi Gerewol ialah kesempatan untuk berpacaran," katanya. Kebudayaan Wodaabe tidak mengenal poligami. Menikahi pasangan gres berarti meninggalkan yang lama.


EmoticonEmoticon