Kamis, 23 November 2017

Hebat, orang ini mampu hidup 12 tahun tanpa uang

Kala itu dunia gres memasuki periode millenium. Tepatnya di tahun 2000, terjadi krisis ekonomi di Amerika Serikat. Daniel Suelo (lahir tahun 1961) melihat kekalutan yang melanda di lingkungan sekitarnya. 

Siapa yang mampu hidup tanpa uang? Tak heran, banyak orang yang mendadak depresi akhir kesulitan yang melanda Amerika. 

Kala

Namun, Suelo tiba-tiba mengambil keputusan ajaib. Ia meninggalkan uang terakhirnya, US $ 30 dalam kotak telepon umum. Lalu berjalan menuju padang gurun Moab di Utah. 


Dalam benaknya hanya ada satu tekad: hidup mengembara tanpa uang sepeser pun. Kawan-kawannya yang mengetahui niat Suelo menganggapnya sudah gila.


Berbeda dengan pikiran Suelo ketika itu. Menurutnya, dunia kapitalis ini membuat masyarakatnya bersifat konsumerisme. Sehingga di zaman modern ini, dunia kita dipenuhi oleh orang - orang yang tamak dan serakah. 


Suelo sendiri mengatakan bahwa bekerjsama gaya hidup masyarakat Amerika sudah menjadi gaya hidup yang konsumerisme. Dan kalau semua orang hidup dengan gaya hidup menyerupai itu, maka dunia akan benar – benar runtuh. Pemikiran menyerupai itulah membuatnya memutuskan untuk meninggalkan duniawi.


Kala

Pengembaraannya di padang gurun Moab, karenanya membawa Suelo ke sebuah gua di tepi tebing di Taman Nasional Arches, Utah. Ia kemudian membangun rumahnya di dalam gua yang berdimensi 200 m x 50 m itu.


Di dalam gua tersebut, Suelo membuat daerah tidur dari batu, berburu, mengais makanan, minum dari mata air, dan mandi di sungai.


Setiap pendaki yang singgah disambut untuk tinggal bersamanya. Di sana, Suelo membuatkan ‘rumah’, buku-bukunya dan bunga liar serta bibit kaktus yang ia makan dengan para pendaki yang singgah.


Tak terasa, Suelo telah tinggal di sana selama 12 tahun.
Kehidupannya di alam terbuka ternyata mengilhami orang lain. Salah satunya ialah Mark Sundeen, teman Suelo. 


Dulu, Sundeen menganggap Suelo sudah gila ketika memutuskan untuk tinggal di gua. Namun, setelah Sundeen mengalami kejatuhan ekonomi pada tahun 2008, ia mulai mempertimbangkan gaya hidup Suelo.


Akhirnya, Sundeen pun bertekad untuk mengikuti jejak Suelo. Sundeen mengikuti Suelo, dan semenjak itu, Sundeen mulai menulis sebuah buku mengenai kehidupan Suelo. Buku biografi gaya hidup Mark Suelo yang ditulis oleh Mark Sundeen berjudul ”The Man Who Quit Money”.
Sundeen menuliskan bahwa Suelo pada awalnya hidup dengan cara berburu makanan sendiri dan bergantung pada kemurahan hati orang lain. Ia tidak usah membayar pajak, bahkan Suelo pun tidak mendapatkan pemberian dari pemerintah.


Kala

Dalam bukunya, Sunden menulis kata-kata Suelo, ”Filosofi aku ialah dengan menggunakan apa yang diberikan dengan kemurahan hati atau yang sudah dibuang oleh orang lain.”


Suelo menambahkan bahwa di dunia kapitalis Amerika sekarang, masyarakat Amerika dirancang sedemikian rupa supaya tergantung pada uang. Mereka dipaksa untuk memiliki uang dan menjadi bab dari dunia kapitalis. Hidup di luar dari itu ialah ilegal. 


Berbekal aliran dan filosofi tersebut, Suelo tidak hanya meninggalkan uang saja, tapi juga SIM dan paspornya. Suelo juga mengubah namanya dari Shellabarger menjadi Suelo. Suelo ialah bahasa Spanyol yang berarti `soil` atau tanah.


kuat banget hidup ga pake duit. temen wahw33d  gmna pada berpengaruh ga hidup tanpa duit


coba aja anggota dewan kita yang kayak gini makmur pastinya indonesia ya??? 


EmoticonEmoticon