Selasa, 28 November 2017

Inilah Alasan Mengapa Orang Tifus Tidak Boleh Banyak Bergerak

Banyak orang menganggap penyakit tifus ialah penyakit yang biasa. Penderitanya bahkan tidak mau mengikuti saran dokter biar istirahat total. Kenapa orang tifus tidak boleh banyak bergerak?

Tifus merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan nanah kuman Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui verbal dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus.

Banyak

Pada ahad pertama, kuman dari tifus hanya mampu dilihat dari feses. Lalu pada ahad kedua gres mampu diketahui lewat darah karena nanah yang ada di usus sudah masuk ke dalam pembuluh darah. Dan pada ahad ketiga diagnosis mampu terlihat kasatmata di urin.

"Biasanya pada ahad pertama tidak ditemukan hasil kasatmata pada darah, itu yang sering orang sebut dengan gejala tifus. Padahal bahwasanya ia sudah terkena tifus tapi karena kumannya belum masuk ke pembuluh darah maka hasil tes darahnya negatif," ujar dr Dante Saksono H SpPD, PhD.

Menurut dr Dante, banyak orang mengartikan sakit tifus awalnya sebagai gejala tifus padahal itu tidak tepat. Orang yang gres gejala tifus bahwasanya sudah terkena penyakit tifus hanya stadiumnya saja yang berbeda. Menurutnya yang benar ialah bukan penyakit gejala tifus tapi tetap penyakit tifus hanya stadiumnya saja yang berbeda.

Banyak

Umumnya dalam mendiagnosis penyakit tifus dilakukan pemeriksaan tes darah untuk melihat apakah ada antibodi yang dihasilkan oleh tubuh dari kuman Salmonella typhi yang menjadikan penyakit tifus. Jika kuman tersebut sudah masuk ke dalam pembuluh darah, maka hasil tes darahnya akan positif.

Selain itu yang menjadi ciri paling khas dari tifus ialah melihat jumlah leukositnya (sel darah putih). Umumnya bila suatu penyakit nanah yang disebabkan oleh kuman akan menjadikan jumlah leukositnya meningkat, tapi tidak begitu pada penyakit tifus.

"Jika infeksinya diakibatkan oleh kuman Salmonella, maka jumlah leukositnya akan menurun. Sedangkan untuk jumlah trombosit tidak mampu dijadikan patokan," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan mengajar di FKUI ini.


Gejala yang biasa muncul dari penyakit tifus ialah tubuh panas atau demam selama beberapa hari terutama siang dan malam, rasa sakit di perut episode kiri, pengecap episode tengah berwarna putih tapi pinggirnya merah serta terjadi perubahan contoh buang air besar (BAB).

dr Dante menuturkan bila seseorang sudah didiganosis kasatmata terkena tifus, maka penanganannya ialah dengan mengonsumsi antibiotik yang sempurna serta banyak istirahat di kawasan tidur dan mengonsumsi air putih.

Kenapa perlu istirahat yang cukup di kawasan tidur?
Penyembuhan penyakit tifus ini ialah untuk menghilangkan kuman yang masuk di tubuh. Karena itu penderita harus istirahat total dan tidak banyak bergerak biar panas tubuh cepat turun.

Jika banyak bergerak mampu membuat suhu tubuh naik dan kuman akan terus berkembang biak masuk ke dalam darah. Banyak bergerak juga tidak baik karena orang dengan tifus sedang mengalami duduk perkara ususnya yang sedang ringkih yang mampu makin sakit bila banyak gerak.

"Orang dengan sakit tifus boleh makan menyerupai biasa dan tidak harus makan yang lembek-lembek. Yang terpenting jangan terlalu banyak mengonsumsi sayuran berserat," ujar dr Dante.

dr Dante menjelaskan hal ini karena sayuran berserat sulit dicerna oleh usus, sedangkan pada ketika orang terkena tifus maka ususnya sedang luka akhir nanah sehingga pasien harus mengurangi makanan yang sulit dicerna.


sumber:


EmoticonEmoticon