Kamis, 23 November 2017

Kenapa sih orang tidur itu mampu 'ngiler' ?

Ada yang tidur ngiler tadi malam? Mengiler ketika tidur tentu akan membuat tidurnya menjadi tidak nyaman. Air liur yang keluar dari lisan ini terkadang sulit untuk dicegah, sehingga membuat orang menjadi aib ketika terbangun. Terutama ketika menginap atau tidur bersama orang lain, ya kan?

Pada bayi, kondisi ini sering ditemukan pada bayi yang mau tumbuh gigi, sehingga bayi akan mengiler ketika tidur atau ketika sedang terjaga. Tapi hal ini akan berbeda bila terjadi pada orang yang sudah dewasa.


Sebagian besar orang akan menyadarinya setelah berdiri tidur, atau terbangun sebab mendapati bantal yang sudah basah. Mengiler ketika tidur mampu menjadi fenomena yang normal atau mampu juga terjadi akhir kondisi medis tertentu yang mampu meningkatkan produksi air liur.

Mengiler disebut juga dengan sialorrhea, yaitu suatu kondisi yang dialami oleh jutaan orang dalam tidurnya setiap malam. Hal ini terjadi ketika seseorang bermimpi atau ketika istirahat.

Seperti dikutip dari eHow, salah satu penyebab dari kondisi mengiler ketika tidur yaitu akhir lisan yang kering sehingga memicu produksi air liur berlebih. Selain itu ada juga beberapa kondisi lain, yaitu:

1. Tidur dengan lisan terbuka. Tidur dengan kondisi ibarat ini menimbulkan lisan kering lebih cepat sebab kelembaban dari lisan hilang. Hal ini memicu air liur yang ada di dalam lisan untuk keluar, sehingga membuat orang mengiler.

2. Efek samping dari obat yang dikonsumsi. Beberapa obat terkadang memiliki efek samping ibarat lisan kering atau menimbulkan adanya gangguan pada kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.

3. Adanya persoalan pada gigi, ibarat jerawat pada gigi atau gusi orang tersebut yang mensugesti air liur.

4. Memiliki anatomi lisan yang tidak normal, ibarat pengecap yang terlalu besar, gigi yang terlalu rapat atau pembesaran kelenjar limpa.


Untuk mengatasinya seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ia mengiler ketika tidur. Cara terbaik untuk mengurangi kondisi ini yaitu dengan menghindari posisi tidur miring, sebab posisi ini akan mendorong rahang untuk terbuka sehingga menimbulkan lisan terbuka ketika tidur.

Jika penyebabnya yaitu kondisi medis, maka tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. Jika jumlah air liur yang dikeluarkan memang berlebihan, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan oleh kelenjar. Namun dukungan obat ini harus atas resep dokter sebab mampu menimbulkan dehidrasi.


EmoticonEmoticon