Selasa, 28 November 2017

Megophrys Montana, Inilah Spesies Katak Jawa Yang Bertanduk

Tags

ialah

Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris: toad) ialah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Anak-anak biasanya menyukai kodok dan katak alasannya ialah bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang cukup umur yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.

Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura: a tidak, ura ekor). Kodok umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya katak atau bangkong berkulit bernafsu berbintil-bintil hingga berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan terbelakang melompat jauh. Namun kedua istilah ini sering pula dipertukarkan penggunaannya.

ialah

Bangkong bertanduk atau katak bertanduk ialah sejenis kodok dari suku Megophryidae. Nama ilmiahnya ialah Megophrys montana Kuhl & van Hasselt, 1822. Namanya dalam bahasa Inggris ialah horned frog.

ialah

Katak yang bertubuh pendek agak gendut, kepala besar dengan runcingan kulit di atas kedua mata dan di ujung moncong. Sepasang runcingan kulit yang lain, yang lebih kecil, terdapat di ujung-ujung rahang. Ukuran badan umumnya sedang hingga besar, 60-95 mm; katak jantan lebih kecil daripada betinanya.

ialah

Dorsal (bagian punggung) berkulit halus, coklat pucat kemerahan hingga coklat tua, dengan sepasang lipatan kulit di punggung, mulai dari episode tengkuk hingga ke pinggang. Sering dengan sepasang bintil hitam kecil di pundak. Kadang-kadang terdapat sepasang lipatan kulit yang lebih samar dan lebih pendek di masing-masing sisi lateral tubuh, di belakang tangan hingga ke pinggang. Kaki dan tangan lebih kekuningan, dengan lipatan-lipatan kulit melintang bertepi hitam, membentuk coret-coret hitam. Warna hitam juga terdapat di sekitar dan di belakang mata. Iris mata berwarna kemerahan.

Ventral (sisi bawah tubuh) abu-abu keputihan, dengan bintil-bintil agak kasar. Bagian depan kecoklatan kotor, dengan bercak-bercak dan bintik-bintik hitam yang kurang lebih simetris di dagu, leher, tangan dan kaki. Selaput renang di kaki sangat pendek.

Kebiasaan dan Penyebaran
Penyamaran yang tepat dari warna dan bentuk badan katak ini di lantai hutan, menimbulkan bangkong bertanduk sulit dikenali di siang hari. Katak ini kerap bersembunyi di bawah serasah hutan, dan gres pada malam hari aktif menjelajahi lantai hutan hingga ke pinggiran sungai. Berudu katak bertanduk memiliki ekspresi serupa corong, biasanya ditemukan di episode sungai yang menggenang atau yang kurang berarus.

M. montana menyebar terbatas di Jawa, dan Sumatra Barat. Di Jawa, terutama didapati di pegunungan, di atas 800 m diatas permukaan laut.


EmoticonEmoticon