Minggu, 26 November 2017

Mengerikan Wanita Ini Meninggal Karena Otaknya Digerogoti Amuba

Koral Reef 

Seorang ibu asal California menceritakan perihal pengalaman mengerikan yang harus merenggut nyawa putrinya. Dia percaya bahwa amuba pemakan otak yang membuat putrinya , Koral Reef , harus meregang nyawa.

Sybil Meister yakin bahwa putrinya mulai terinfeksi amuba Balamuthia mandrillaris ketika melaksanakan perjalanan keluarga ke Danau Havasu pada bulan Maret 2013 lalu.

Pada bulan Juli , Reef menikahi kekasihnya yang merupakan sahabat SMA-nya. Sejak dikala itu , keadaannya mulai memburuk dan menawarkan beberapa gejala ibarat sakit kepala , kelelahan dan leher kaku.

Pada bulan Oktober 2014 lalu , Reef menghembuskan nafas terakhirnya di usia 20 tahun. Diduga , amuba pemakan otak itulah yang membuat Reef sakit selama setahun lebih hingga membuatnya meninggal.

Belajar dari anaknya , sang ibu memperingatkan perihal ancaman dari amuba Balamuthia mandrillaris , yang belum ada obatnya.

Menurut Press Enterprise , ibarat dikutip Daily Mail (7/4) , gejala yang dialami Reff terus memburuk. Selama berbulan-bulan , penglihatannya mulai kabur , lesu dan perubahaan mood yang drastis.

Sebuah scan otak dilakukan kepada Reef untuk mencari duduk perkara penyakitnya. Dokter pun awalnya berpikir bahwa yang ia temukan ialah kanker. Namun , setelah sebuah tes dilakukan , ternyata itu ialah Balamutha mandrillaris. Pihak dokter mengatakan belum ada bukti faktual untuk mengobati benalu mematikan ini.

Dalam beberapa ahad sebelum maut menjemput Reef , setengah tubuhnya mengalami lumpuh. Dan Reef pun meninggal pada 20 Oktober tahun lalu.

Meister kini telah membuat sebuah kampanye untuk mengajari orang lain perihal amuba mematikan itu. Dia menciptakan halaman Facebook , Team Koral Reef GoFundMe , untuk membantu menemukan penyebabnya dan cara mengobati amuba tersebut.


EmoticonEmoticon