Jumat, 24 November 2017

Menguak Misteri dan Penelitian Apa yang di Lakukan di AREA 51

Pusat penelitian ialah merupakan tempat para ilmuwan melaksanakan acara riset yang dilengkapi dengan banyak sekali akomodasi dan perangkat pendukung yang diharapkan guna tercapainya sasaran dan tujuan suatu penelitian. Pada umumnya setiap negara maju ataupun sedang berkembang sangat berkepentingan untuk memiliki suatu sentra penelitian .



Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu negara, juga sangat ditentukan oleh hasil-hasil penelitian yang dikembangkan oleh negara bersangkutan. Seperti Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong, ialah sentra penelitian yang dimiliki Indonesia . Di dalam area ini terdapat banyak sekali fasilitas-fasilitas penelitian dalam naungan institusi pemerintah, menyerupai LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, yang terus meneliti dan membuatkan iptek dengan tujuan damai.

Dari sekian banyak sentra penelitian yang terkenal di dunia internasional, ialah Area 51, merupakan akomodasi pengembangan dan pengujian militer yang sangat diam-diam (top secret), yang dioperasikan oleh angkatan Udara Amerika Serikat. Area 51 berlokasi di dalam tempat pelatihan dan pengujian Nevada . Lokasi Area 51 berada di Lincoln Country berjarak 115,5 km sebelah utara Las Vegas dengan luas berkisar 103 kilometer persegi.

Area 51 didirikan pada tahun 1955 yang pada awalnya diperuntukkan melaksanakan pengujian pengembangan pesawat intel Amerika Serikat Seri U-2 yang gres diciptakan. Pesawat U-2 dapat terbang hingga ketinggian 70.000 kaki. Selama operasinya U-2 telah secara bebas terbang di atas wilayah Uni Sovyet hingga jadinya satu pesawat U-2 tertembak jatuh pada tahun 1960. Akhirnya U-2 dicat berwarna hitam pada tahun 1960-an. Sedangkan untuk mengelabuhi seakan-akan adanya penampakan benda angkasa yang tak dikenal biasa disebut UFO (Unditified Flying Object), beberapa U-2 dicat dengan warna silver mengkilat. Sejak itu Area 51 terus berkembang dan digunakan untuk banyak sekali pengembangan suatu proyek yang disebut sebagai Proyek Hitam (Black Project) yang terdiri dari pesawat seri Blackbird, seri Stealth Fighter dan seri Stealth Boomber. Seri Blackbird merupakan kelanjutan dari seri U-2 yang dimulai tahun 1962 dengan rancangan tipe A-12 dan SR-71. Sebagai contoh, tipe SR-71 memiliki kecepatan jelajah mencapai 3500 km/jam dengan ketinggian efektif jelajah 4830 km.



Seri Stealth Fighter merupakan pesawat tempur siluman pertama yang dirancang pada simpulan tahun 1970-an. Pesawat ini sangat baik sekali beroperasi di malam hari. Tipe yang sangat dikenal ialah F-117 Nighthawk. Seri Stealth atau siluman merupakan suatu inspirasi supaya pesawat terbebas dari pantauan radar. Kecepatan jelajah pesawat ini berkisar 1040 km/jam dengan ketinggian yang baik sejauh 2110 km. Prestasi operasinya telah diperlihatkan pada perang teluk dan masih ditugaskan untuk melaksanakan target-target yang telah matang.

Seri Stealth Boomber merupakan kelanjutan pesawat siluman dari Seri Stealth Fighter yang telah dikembangkan secara luas. Seri pesawat siluman yang dikenal ini ialah tipe Black Manta dan B2. Daya jelajah lebih cepat dan lebih susah ditangkap radar dari pada seri Stealth Fighter. Walau pun demikian, taktik penyerangannya masih tergantung pada informasi dari target.

Saat ini proyek masa depannya ditujukkan untuk membuatkan teknologi anti radar (Stealth Technology), pesawat pengintai tak berawak (UAVs or unmanned aerial vehicles) dan pesawat tempur (UCAVs, unmanned combat aerial vehicles), memungkinkan dapat menjelajah dengan kecepatan tinggi pada tempat jelajah yang sangat tinggi yang dikenal sebagai " AURORA ". Karena pesawat-pesawat ini tak berawak, maka pesawat ini dipercaya dapat digerakkan dengan kecepatan yang sangat dahsyat,. Dengan kata lain, manusialah yang benar-benar dapat membuat benda angkasa yang tak dikenal itu. Bersamaan dengan itu muncul lagi inspirasi pengembangan pesawat angkasa X-33 yang secara teknologi belum dilakukan pengujian. Akan tetapi pesawat angkasa X-33 telah diyakini akan menjadi versi Aurora yang bersifat PUTIH (untuk kepentingan kedamaian).



Sejalan dengan penelitian pesawat tempur yang canggih, diperoleh pula data-data wacana adanya kehadiran mahluk angkasa yang menuju Bumi, yang lebih dikenal dengan nama Alien. Akhirnya sampailah kita pada suatu pertanyaan seberapa besar kemungkinan eksistensi Alien di alam semesta ini. Untuk hal itu, Area 51 telah terlibat dalam penyelidikan teknologi Alien. Berdasarkan informasi yang santer dan dipercaya oleh banyak pakar, bahwa tim Area 51 telah menemukan dan menyelidiki secara diam-diam reruntuhan UFO yang ditemukan di tempat Roswell, negara bab New Mexico, Amerika Serikat, tahun 1947. Walau pun belum terdapat pembuktian yang jelas, beberapa pakar luar telah mengira bahwa ilmuwan Area 51 diklaim memiliki dan merawat satu mahluk Alien di suatu tempat yang sangat rahasia. Klaim tersebut diperkuat dengan pengukuhan Bob Lazar seorang fisikawan, pada tahun 1989 bahwa ia telah bekerja disalah satu tempat penelitian yang berada pada tempat selatan Area 51 dan mengklaim bahwa Area 51 telah melaksanakan pengujian pesawat terbang yang luar biasa canggihnya dan juga telah melaksanakan komunikasi dengan Alien.

Keberadaan Alien di Area 51 ini menjadikan suatu teori konspirasi yang merupakan hasil pengumpulan data dari reruntuhan pesawat Alien yang jatuh di Roswell dan pengukuhan Bob Lazar pernah terlibat pada acara tersebut, menyerupai pertemuan atau kontak dengan keadaan di angkasa dengan menggunakan peralatan secukupnya, pengembangan senjata berenergi sangat tinggi dan kegiatan-kegiatan yang secara luas di seluruh dunia. Berdasarkan informasi yang beredar acara teori konspirasi ini dilakukan di Danau Groom yang berada di sekitar lokasi Area 51. Namun hingga sejauh ini belum ada suatu penjelasan ilmiah yang gamblang dalam menjelaskan eksistensi Alien yang sesungguhnya. Usaha yang mampu dilakukan ialah mengumpulkan data berupa laporan dan foto UFO hasil jepretan amatir.


EmoticonEmoticon