Senin, 27 November 2017

Penjelasan Ilmiah Fenomena Air Mata Darah, Batu, Kerikil, Kristal, dan Serangga

Air
Air yang menutupi mata insan terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terdalam yaitu lapisan lendir berjulukan ocular mucus. Gel mucus ini menyelimuti permukaan epitel mata untuk melindungi mata terhadap cidera fisik maupun enzimatis, sama ibarat lendir lain di organ badan lainnya di badan kita.

Penyusun utama lendir ini yaitu glikoprotein lendir, protein tipe plasma dan non-plasma, lemak, dan mungkin glikosaminoglikan.

Glikoprotein lendir (mucin) menyumbang besar pada sifat fisikokimia lendir. Telah ada sekitar 15 protein dalam sekresi lendir pada organ badan lainnya telah ditemukan, yang umumnya yaitu albumin, IgA, IgG, laktoferin, dan lisozim, yang juga berperan penting pada fungsi protektif lendir tersebut.

Lapisan kedua yaitu lapisan basah dan lapisan terluar yaitu lapisan lemak yang disebut meibum. Sekresi berminyak meibum dibuat oleh kelenjar meibomian, sekelompok sel kecil berbentuk anggur yang berbaris di pinggir kelopak mata atas dan bawah kita, sempurna di balik bulu mata.

Produksi berlebih air di mata menghasilkan air mata. Peristiwa yang sadar kita sebut menangis, sementara keluarnya air mata secara tidak sadar dapat bertanda penyakit tertentu.


Air Mata Darah
Air mata darah yaitu fenomena lumrah dari sudut pandang medis. Ia disebabkan oleh blepharitis kronis yaitu pendarahan di kelopak mata. Darah yang keluar dari kelopak mata bercampur dengan air mata yang bening sehingga menjadi air mata darah.

Efek air mata darah dapat lebih dramatis kalau penderita blepharitis kronis juga menderita keratoconjunctivitis sicca yaitu mata kering. Penderita keratoconjunctivitis sicca memiliki air mata yang begitu cepat menguap karena rendahnya kandungan protein tertentu di ocular mucus. Jika ibarat ini, air mata dapat digantikan darah yang keluar akhir blepharitis kronis.


Air Mata Batu dan Kerikil
Protein yang ada di air mata sangat heterogen, setidaknya ada 60 komponen protein. Belum diketahui apakah ada komponen yang mampu mengeras dan menjadi ibarat watu atau kerikil saat keluar dari mata. Terlebih lagi, mata dapat mengeluarkan cairan berlebih saat terkena zat keras, yang kita sebut kelilipan.

Mungkin reaksi antara lapisan meibum atau mucus dengan zat keras ini membuat efek ibarat watu atau kerikil, ibarat mirip kotoran yang mengeras pada hidung Anda.


Air Mata Susu
Karena ada 60 komponen protein di air mata, kemungkinan ada komponen protein yang ibarat susu dan menimbulkan air mata berwarna putih ibarat susu. Sebagai contoh, penderita catarrhal conjunctivis memproduksi serum albumin dan transferrin berlebih di air matanya. Kedua protein ini berwarna ibarat susu.


Air Mata Kristal
Adanya kristal di air mata bukanlah hal baru. Hal ini telah dipelajari setidaknya pada tahun 1981. Air mata insan memiliki dua tipe protein, yaitu tipe protein biasa dan tipe protein Charcot-Leyden yang berbentuk kristal.

Orang yang mengeluarkan air mata yang mengandung kristal disebabkan oleh penyakit vernal keratoconjunctivitis.

Dalam penderita penyakit ini, protein kristal terbentuk secara berlebih dibandingkan penderita penyakit lainnya atau insan sehat. Semakin banyaknya protein kristal, semakin parah penyakitnya.


Air Mata Serangga
Serangga yaitu objek luar. Ia lebih ibarat kelilipan. Pernyataan kalau mata mengeluarkan serangga kemungkinan besar yaitu karena kelilipan.

Kesimpulannya, fenomena unik pada air mata insan telah lama dikaji lewat bidang Opthalmologi. Dan hal ini bukanlah menjadi misteri ilmiah.
source


EmoticonEmoticon