Senin, 27 November 2017

Sarjana Pendidikan Fisika Dengan IPK 349 Jualan Jamu Keliling Karena Sulit Cari Kerja

Sutriyanti , sarjana Fisika yang jualan jamu keliling (foto: Tribun Jogja/Anas Apriyadi via Kompas.com)

Di zaman yang serba canggih ini , mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah bahkan untuk seorang berprestasi pun. Sebut saja Sutriyanti , sarjana Pendidikan Fisika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta dengan IPK 3 ,49 yang ketika ini harus menyambung hidup dengan berjualan jamu keliling.

Setelah diwisuda pada bulan Desember 2014 lalu , inginnya Sutriyanti mendapat pekerjaan yang layak. Namun apa boleh buat , sulitnya mencari pekerjaan membuat anak terakhir dari dua bersaudara ini harus berjualan jamu keliling membantu sang ibu.

"Setelah lulus , gue sih inginnya bekerja jadi guru atau di perusahaan ," ujar Sutriyanti kepada Kompas.com , ketika ditemui di kediamannya , di Dusun Samen RT 01 , Sumbermulyo , Bambanglipuro , Kabupaten Bantul , Jumat (10/4/2015).

Sutriyanti sempat mengikuti beberapa panggilan untuk mengikuti interview kerja. Namun sayang , ia selalu gagal meski nilai tesnya paling tinggi dibandingkan dengan pelamar-pelamar lainnya.

Padahal , Sutriyanti ialah gadis berprestasi semasa kuliahnya. Dia sanggup menyelesaikan gelarnya sebagai sarjana dalam waktu 3 ,5 tahun dan mendapat IPK 3 ,49. Meskipun demikian , nilai tinggi yang diraih Sutriyanti belum menjaminnya untuk mendapat pekerjaan yang layak.

"Hidup itu proses , tidak mampu instan. Segala yang pahit ketika dijalani dengan nrimo maka akan berbuah manis ," kata gadis berusia 23 tahun itu.

sumber: Kompas.com


EmoticonEmoticon