Selasa, 28 November 2017

Savannah Sanitoa, Ialah Sprinter Gendut Di Kejuaraan Tingkat Dunia

Tags

Kalau selama ini anda berpikir bahwa seluruh sprinter dalam kejuaraan dunia ialah para atlet yang berpostur langsing atau ramping, maka anda harus melaksanakan pengecekan ulang. Dalam even kejuaraan atletik dunia yang telah berlangsung di Berlin pada tahun 2009, terdapat seorang atlet putri asal Samoa, Amerika yang mempunyai bobot lebih dari 90Kg!

Kalau

Savannah Sanitoa, begitu menginjakkan kaki di lapangan pribadi menyita perhatian para penonton. Betapa tidak . . dalam persaingan sprinter dunia yang begitu ketat, hadir seorang gadis bertubuh tambun, dengan lapisan lemak yang tampak menonjol di pinggangnya, berada pada lintasan lari 100m. Sebuah nomor lari yang menuntut kecepatan agresi dan reaksi yang tinggi.

Kalau

Savannah Sanitoa yang kala itu berusia 22 tahun hadir pada event bergengsi tersebut setelah terbang sejauh 15 ribu kilometer dari negaranya, dengan penerbangan yang memakan waktu sampai 22 jam lamanya. Ia datang dengan mengambil jatah wild card yang dimiliki oleh Samoa. Ukuran tubuhnya yang ekstra gemuk untuk ukuran sprinter dunia tidak menyurutkan niatnya untuk ikut berlomba.

Kalau

Bagaikan melihat selebriti, para pengambil gambar dan penonton serentak mengambil gambar Savannah Sanitoa dikala berada di lapangan baik sebelum berlaga, dikala berlaga maupun sesudahnya. Hebatnya . . dengan badan tambunnya dia bisa mengambarkan kemampuannya secara maksimal dengan hasil yang bersama-sama patut dibanggakan, yaitu . . tidak berada di urutan yang terakhir!

Kalau

Ya . . Savannah Sanitoa tidak berada pada urutan terakhir, pada lomba lari 100m tersebut. Luar biasa! dibelakangnya masih ada 2 pelari lagi yang berlari lebih lambat dibandingkan dirinya. Setidaknya meskipun dia tidak menjadi juara, dia telah mengambarkan sesuatu pada negaranya. Catatan waktunya dikala memasuki garis finish ialah 14.23 detik. Dalam latihan dia bahkan pernah mencatat waktu 14.07 detik.

Dalam lomba tersebut juga hadir penerima putri dari Indonesia Serafi Unani, yang dalam lomba tersebut mencatat waktu 12.05 detik, dan mengakhiri lomba pada urutan ke 4. Savannah Sanitoa sendiri mengakhiri lomba pada urutan ke 7. Dalam lomba tersebut penerima terakhir yang memasuki garis finish ialah Tioiti Katutu sprinter dari Kiribati yang mencatat waktu 14.38 detik.

Hingga dikala goresan pena ini dibuat, Savannah Sanitoa merupakan sprinter tergemuk yang pernah ikut serta pada kejuaran lari 100m pada event resmi tingkat dunia. Tekad berpengaruh dan semangat baja yang dimilikinya pantas untuk kita teladani. Luar Biasa!!!

Saksikan penampilannya pada tayangan video berikut:


EmoticonEmoticon