Rabu, 29 November 2017

Bakteri, Pemicu Hujan dan Badai yang Paling Kuat

Bakteri, makhluk hidup yang bertebaran di udara, ternyata menjadi elemen penting untuk terjadinya hujan, salju, bahkan angin puting-beliung es. Alexander Michaud dari Montana State University di Bozeman mengatakan, ia menemukan basil dalam jumlah besar pada sentra angin puting-beliung es.

ternyata

Para peneliti sebelumnya percaya bahwa senyawa kimia atau materi mineral lainnya yang berada di awan menjadi penyebab terjadinya hujan, salju, atau angin puting-beliung es.

Namun, penelitian terbaru mengambarkan bahwa bakteri, bahkan jamur, diatom, dan ganggang, juga bisa menjadi pemicu terjadinya hujan. Studi yang mempelajari fenomena ini disebut bioprecipitation.

"Mineral sebelumnya diyakini sebagai zat utama di atmosfer untuk memicu terjadinya hujan. Tapi nyatanya, mineral tidak seaktif bakteri," kata Brent Christner, jago mikrobiologi yang tengah mendalami bioprecipitation di Louisiana State University.

Agar mineral membentuk ice nuclei, kristal es di sekitar awan, diperlukan partikel air yang lebih hambar dari biasanya di awan, kata Christner kepada LiveScience.

Ia menambahkan, basil dan makhluk hidup lainnya yang berada di sekitar awan juga bisa menjadi materi pemicu terjadinya hujan, salju, atau angin puting-beliung es.

Michaud sempat mengambil watu es sebesar bola golf setelah terjadi angin puting-beliung es hebat yang menerjang Montana pada Juni tahun lalu.

ternyata

Ia kemudian membelah es itu menjadi empat bagian. Secara mengejutkan, ia menemukan bahwa jumlah basil terbanyak terdapat pada inti watu es tersebut.

"Bakteri ditemukan dalam biang es sebelum es itu membesar menjadi badai," kata Michaud. "Ini mengambarkan bahwa pemicu terbentuknya es yaitu basil atau partikel biologi lainnya."

Dengan menentukan suhu dikala angin puting-beliung es terbentuk, tim peneliti menemukan bahwa basil menimbulkan terbentuknya es pada suhu yang lebih hangat ketimbang biasanya.

Sebelumnya, tim yang dipimpin oleh Christner menemukan bahwa basil patogen Pseudomonas syringae memegang tugas penting dalam pembentukan salju di seluruh dunia, termasuk di Antartika. Patogen diketahui sangat cantik dalam membentuk es pada temperatur di bawah normal maupun titik beku air.

Bakteri dilengkapi zat khusus yang bisa mengikat molekul air. Selanjutnya, basil dengan mudah membentuk partikel es. Ketika di darat, basil menggunakan es ini untuk merusak pohon. Akibatnya, kulit pohon dan selnya terbuka dan basil dengan mudah masuk ke dalam pohon.


sumber:


EmoticonEmoticon