Rabu, 29 November 2017

Inilah yang Menyebabkan Pria Ikut Ngidam

Mual atau menginginkan makanan tertentu, yang sering disebut ngidam biasanya dialami oleh para wanita yang sedang hamil.

Ternyata, hal ini juga mampu dirasakan oleh pria.
Bahkan, sebuah studi mengungkap bahwa satu dari empat pria mengalami ‘pregmancy‘. Yaitu gejala menyerupai sangat ingin makanan tertentu dan morning sickness, mual serta pusing di pagi hari.

Calon ayah mampu mencicipi persoalan yang sering dialami istrinya ketika hamil. Sebanyak 23 persen suami yang terlibat erat dengan kehamilan pasangannya, mengungkapkan jika mengalami perubahan emosional serta fisik yang sering dikaitkan dengan kehamilan.

Peneliti menemukan, suami dengan istri dalam kondisi hamil mampu jadi lebih emosional, ‘cengeng’, perasaan yang tidak stabil, mual hingga merasakan nyeri kehamilan. Calon ayah pada beberapa kasus bahkan juga menginginkan makanan aneh, yang sulit didapat.

Seperti dilansir dari Daily Mail, dari pria yang mengalami ngidam, sebanyak 26 persen mengalami perubahan suasana hati, 10 persen mengidamkan makanan dan 6 persen merasa mual tetapi bukan alasannya ialah gangguan kesehatan. Sebanyak tiga persen bahkan menderita nyeri kehamilan imajiner.

Para hebat mengatakan fenomena ini terjadi alasannya ialah pria mengalami pergolakan emosi selama kehamilan. Sepertiga pria mengaku merasa lebih emosional ketika pasangannya sedang hamil. Penelitian yang dilakukan produsen popok, Pampers ini, melibatkan lebih dari 2.000 pria berusia antara 16 dan 65 tahun.

Beberapa penelitian juga mengungkap bahwa perasaan emosi yang bekerjasama dengan ibu hamil, membuat perasaan pria menjadi lebih

peka. Seperti yang dialami Matius Downing, 32, dari Inggris, yang selalu ingin makan apel  selama kehamilan sang istri.

“Aku melaksanakan segala sesuatu yang terlibat dalam kehamilan dan kelahiran. Kehamilan membuat kami makin erat dan saya menemukan emosi jadi sangat selaras dengan istri,” katanya.

Seorang Bidan, Maria Steen, mengungkapkan jika calon ayah ikut ketika pemeriksaan kehamilan, mampu membuat ikatan emosi dengan anak serta ibu menjadi lebih erat. “Banyak pria melihat ketika pemeriksaan ultrasonografi (USG), 12 hingga 14 minggu. Ini penting untuk membentuk ikatan awal dengan janin dan mereka cenderung juga akan ikut menghadiri kelas antenatal,” katanya.

Melibatkan suami dalam tiap proses kehamilan, membantu membangun korelasi emosional yang berpengaruh dengan bayi. Mereka mampu berguru lebih banyak serta lebih mampu mencicipi apa yang pasangannya rasakan ketika hamil.
source


EmoticonEmoticon